Saturday, September 9, 2017

stay calm, mommies.

"hamil kan? kok masih menyusui? ga kasian sama adeknya diperut?"
"kok anakmu kurusan?"
"anakmu gendut banget, sufor ya?"
"kamu kan dirumah aja, enak ya ga usah berangkat ke kantor."
"kok umur segini belum dikasih makan?"
"sudah besar, kenapa anaknya belum disekolahin, nanti bla bla bla"
"lahiran lagi? kan kakaknya masih kecil-kecil"


Bismillah, 
Pagi ini baca beberapa stories mommies di instagram, bikin ingat kembali beberapa pertanyaan yang paling sering terlontar dari mulut orang-orang ke saya. hehe. awalnya, pas anak baru satu, saya pikir hanya saya yang terlalu baper hadapin pertanyaan orang-orang yang menurut saya mengintimidasi. ternyata bukan hanya saya, hehe. banyak sekali ibu ibu "yang dianggap baru" diluar sana yang merasa dirinya terintimidasi dengan beberapa pertanyaan simple seperti diatas. mungkin niatnya memang baik, memberi tau, memberi masukan, sampai yang hanya iseng, atau bahkan niat bikin kita drop. adaloh yang seperti itu. ada, dan nyata!. hehe

Kalau menurut saya, saya beranggapan semua ibu itu "baru". setiap hari kita belajar menjadi lebih baik. tidak ada yang pernah "lulus" dari perannya menjadi ibu. berapapun umur anaknya. untuk yang baru melahirkan, merawat newborn menjadi tugas "baru" dan peran sebagai ibu sorang newborn. yang anaknya sudah toddler dia kembali menjadi ibu "baru" untuk batita dan balita, semuanya baru, beda cara mendidik, memandikan, bahkan nyebokin juga beda. hehe. Pun untuk yang anaknya beranjak remaja dan dewasa, seorang ibu akan kembali menjadi ibu "baru" untuk anak gadis dan perjaka mereka, pendekatan mental dan psikis juga berbeda. Jangan pernah menganggap pola asuh kita lebih baik dari ibu-ibu lain, karena rasa cinta setiap ibu ke anaknya itu sama. dan terlebih lagi, setiap anak itu berbeda. sodara kandung serahim sebapak aja beda secara mental dan fisik, apalagi beda rahim, beda bapak. hehe. Biarlah mereka bereksplorasi dan saling belajar menjadi yang terbaik untuk anak mereka. Berbicaralah jika dimintai masukan. Because, the end of the day, ibu yang baik bukanlah ibu yang baik dimata semua orang, tapi ibu yang baik dimata anak-anaknya.

Tidak semua ibu mempunyai mental yang sama saat menghadapi beberapa pertanyaan simple yang cukup mengintimidasi mereka. kadang beberapa ibu bisa sangat baper bahkan dengan pertanyaan "anaknya belum ditindik ya. antingnya mana? kan perempuan" ya. se baper itu, dengan pertanyaan sesederhana itu. hehe, i've been through this question like 15835457times. ke-baper-an sedikit mereda saat Shofiyah mulai masuk 6 bulan. dan sampai sekarang punya adak ketiga, Alhamdulillah semakin memudar intensitas ke-baper-annya. I survived! kalau ada yang mau komen ini-itu, lebih baik di senyumin, diambil positif tinggalkan yang negatif, karena memang sebagian orang itu tulus memberi masukan, hanya caranya yang sedikit salah, tidak mempertimbangan kondisi psikis si ibu. Sekarang kalo ada komen nyeleneh ke saya, sudah ga masuk ke hati lagi, nempel di kuping beberapa saat dicerna di otak, yang bagus di ambil, yang buruk ilang pas shampo-an hehe. Alhamdulillah dengan begitu perasaan jadi lebih tenang, dan bisa lebih banyak belajar dari masukan orang sekitar.

Paling banyak kejadian yaitu ibu yang merasa gagal memberi ASI ke anaknya yang baru lahir hanya karena intimidasi yang (sayangnya) justru datang dari orang-orang terdekat. "kok ASI nya belum keluar?". "Anakmu kehausan, kasian. kasih sufor aja ya". "Bayimu kuning loh nanti kalo ga minum, kok bisa ga keluar sih ASI nya?". miris. Ibu yang baru melahirkan anaknya itu down secara fisik, capek, lemas. Mereka hanya dikuatkan dengan mental dan psikis yang bahagia bahwa anaknya sudah lahir dengan selamat, sehat dan sempurna. kalau keadaan mental yang terbangun sedemikan bagus kemudian dibuat drop hanya dengan beberapa kalimat diatas, habislah. Yang ga baper juga bisa down kalo urusan anak sakit. ya, kan? hehe. Tapi yang seperti ini susah dihindari sih, jujur. hehe. Jadi, lebih baik sebelum mengalami, belajarlah. Banyak-banyak baca dan cari tau biar ga gampang stress. Tidak ada ibu yang gagal, semua kesalahan hanyalah proses untuk menjadi ibu yang lebih baik. Saya ga pernah ragu nanya ke orang-rang yang kompeten atau sekedar nanya ke teman tentang ini-itu, produk ini-itu yang bagus buat anak-anak. We are all need supports. Jangan malu tanya-tanya, cari info. Ibu yang paling hebat bukan ibu yang serba tau semuanya, tapi ibu yang mau belajar.




Dan oh, lewat tulisan cukup panjang ini, mungkin ada yang baca bolehlah sedikit berbaik hati kepada teman yang punya anak, baru lahiran, atau anaknya baru beranjak jadi toddler, dengan tidak mengatakan beberapa kalimat yang dianggap kurang perlu. kalau cukup dekat, dan saling paham ga ada masalah. ibu ke anak. atau bapak ke anak. suami ke istri, make sense kalau membahas masalah pertumbuhan dan pola asuh. tapi kalau kita hanya sekedar teman biasa, labih baik ditimbang-timbang lagi lah semua kalimat yang mau keluar. Jangan memberi masukan jika tidak ditanya, dan memberi masukan seperlunya kalau ditanya, tanpa intimidasi kepada si penanya. TULUS kata kuncinya. tulus dalam artian sebenarnya ya, bukan nama penyanyi kondang itu #eh.

Sebenarnya jadi ibu itu ga muluk-muluk sih, at least for me. Saya hanya ingin anak-anak tumbuh jadi anak soleh/ha dan sehat. cukup. Anak orang lain mau menjadi seperti apa, secanggih dan sehebat apa itu diluar pikiran saya, itu yang ngurusin dan biayain ibu dan bapaknya sendiri hehe. Anak-anak bukan ayam jago yang harus diadu, dibanding-bandingkan. Berhentilah berpikir untuk berkompetisi. Biarkan mereka tumbuh dengan senang dan tenang serta jadi pribadi yang bahagia. *udah mirip MT belum?*
Sudah lah, mau bikin sarapan (ronde 2) hehe. Semoga tulisan ini lebih banyak manfaatnya daripada mudhoratnya, aamiin.


happy weekend!










Saturday, November 19, 2016

UMRAH RAMADHAN BACKPACKERS

PART 1 - MADINAH

Bismillah,

Tadi pagi iseng scroll gallery photo di hp, dan ketemulah beberapa foto pas berangkat umrah Ramadhan, Juni kemarin. rinduuu. makanya biar sedikit terobati rindunya dan barangkali bisa bermanfaat, jadilah update-an blog kali ini tentang umrah Ramadhan backpack saya kemarin ya. dan kalau kurang suka baca, atau gampang bosan, di skip saja postingan ini karna bakal (sangat) panjaaang. hehe

Assalamu 'Alaikum yaa Rasulullah


Sebenarnya sudah dari lama mau nulis ini. karena beberapa orang yang tau saya dan suami berangkat umrah mandiri nanya-nanya. tapi karena sok sibuk, akhirnya baru kesampean ngetik sekarang. hehe. Jadi bulan Ramadhan kemarin, tepatnya bulan Juni 2016 kami Alhamdulillah kami bisa berangkat umrah lagi. bedanya, kali ini berangkat tanpa menggunakan jasa tour&travel atau kadang orang-orang nyebutnya umrah backpackers. kenapa memilih backpack? sebenarnya motivasinya satu, lebih hemat. kalau ngecek harga umrah pas buan Ramadhan di travel manapun, repeat, manapun. sudah bisa dipastikan harganya mahal, bisa naik 2-3-4 kali lipat dari harga umroh bulan-bulan lain. kenapa? bukan, bukan untuk cari takjil gratis diMasjidil haram. haha. tapi, karena pahalanya juga berlipat-lipat.


فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى
Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).



Friday, October 28, 2016

homemade bread

Bismillah

selamat paaagi. sarapan apa pagi ini?
saya barusan sarapan nasi pecel ((berattt)) dan tiba-tiba ingat sama roti
semenjak nikah dan punya suami dan anak pemakan roti kelas kakap, akhirnya saya sering bikin roti.
pertama kali bikin roti, langsung sukses? ya! sukses gagalnya. zzz
coba kedua kali, sama gagalnya. tiga empat lima pun sama. kasian ya, iya.
kasian tepung sama telurnya, pemirsa. akhirnya kapok. malas coba lagi. ngulen itu pegal kapten. apalagi hasilnya kayak bola tennis, susah dikunyah apalagi di telan. juga tiap sore 'dirayu' sama suara nyanyian dari speaker abang roti yang lewat depan rumah. tinggal panggil, beli, bayar, makan, kelar. ga pake drama ngulen dan roti batu. hehe.






Sunday, September 18, 2016

another ice cream and a little thought

sering saya bertanya-tanya sendiri, menjadi orang baik itu seperti apa, harus bagaimana, dan harus melakukan apa. karena definisi baik itu luas. ada beberapa orang dalam hidup saya yang menurut saya baik, tapi tidak untuk orang lain. jadi, patokannya apa? sebenarnya pertanyaan ga penting sih. cuman sering datang dan pergi. tapi sering menjadi pertanyaan balik, apakah saya sudah baik? apakah orang lain menilai saya baik, atau sebaliknya. pertanyaan ini mondar mandir terus dari tahun kapan, ga kelar-kelar. hehe.

sampai akhirnya saya terpikir bahwa menjadi baik itu tidak mesti sempurna. tidak harus menjadi baik dimata semua orang, because that's impossible. yang paling penting, kerjakan apa yang baik yang disuruh oleh Allah, dan kehidupan akan menyortir orang-orang buruk yang tidak senang dengan kita. terdengar klise ya? memang. but "you can't please everyone in this whole world, there will always be one-two-or-three people who don't like you, no matter how hard you try to please them"

kita tidak sempurna, and we don't have to. biarlah orang lain tidak suka karena itu bukan urusan kita, itu urusan mereka dengan hatinya. dengan itu, kita bisa hidup lebih nyaman, tidak merasa berkompetisi menjadi seseorang dengan label b-a-i-k. "life is not a competition between one another, but the competition between us and ourselves". 

saya pernah baca quote tentang ini. jadikan hal baik menjadi hal yang sering kita lakukan sehingga bisa menjadi kebiasaan. a super nice quote, so i made a copy for myself.





Wednesday, August 31, 2016

3 ingredients! blueberry ice cream

Tinggal di gresik bikin tenggorokan selalu minta yang dingin-dingin, sejuk, menyegarkan. Karena daerahnya dekat laut dan banyak pabrik bikin udaranya berasa super gerah. Kalau jemur baju, pas lagi terik sejam juga sudah kering. hehe. Disyukuri saja yaa. Intinya jadi selalu mau buka kulkas. Kali ini buat persediaan di freezer, saya bikin es krim (lagi). Supeeer simple tapi rasanya enaak. Anak-anak doyan, ayahnya-pun nyemilin ini terus. Hehe




Coba bikin yuuk! HANYA 3 BAHAN dan gampang nemuin bahannya + 1 bahan optional sebagai perasa si es krim. Saya pake blueberry karena pas buka kulkas, nemu selai blueberry nganggur jadilah dimasukkan. Sebenarnya akan lebih seger pakai buah asli, diblender sebentar, tapi anmanya mamak mamak yaaa, apa yang ada harus dimanfaatkan. haha.



Thursday, August 25, 2016

RUM (rational use medicine)

Haloo! Akhirnya update blog lagi, setelah ditinggal tak berpenghuni, ga pernah ditengok. hehe (tiup-tiup debu di blog) untungnyaa passwordnya masih ingat. hehehe. semoga yang baca (emang ada?) tulisan ini dalam keadaan sehat dan bahagia.

Jadi kepikiran nulis lagi setelah lihat ada anak teman di Path yang lagi demam, trus mau kasih tau ini itu kok berasa sok tau ya, padahal dulu sekolahnya fisipol bukan kedokteran (mulai ngaco), dan kalau anak sendiri sakit paniknya minta ampun. haha. jadi biar ga gampang, ketik di blog sendiri aja, ga bakal ada yang complain. Right? wikikik

Cerita soal demam, memang bikin panik. Jadi ingat, Shofiyah umur 1tahun lebih sempat dirawat karena kejang. badannya tiba-tiba kaku. PANIK! dan berujung rawat inap karena harus observasi. nahh sejak hari itu, saya bertekad bakal lebih banyak belajar tentang sakit pada anak, buat jaga-jaga kalau nanti anak sakit. soalnya saya super panikan masalah anak. hamil dan melahirkan itu sakit, Jendral



Long story short, setelah googling, ketemulah dengan metode RUM (rational use medicine) atau lebih rasional dalam memberikan obat pada anak. jadi, kalau anak kita sakit, kita periksa dulu tanda dan gejalanya apa. contoh yang paling populer, ya demam. Demam iu sebenarnya bukan penyakit. justru dengan demam, tubuh diberi tau bahwa sistem imunitas kita sedang aktif untuk melawan virus/bakteri yang masuk kedalam tubuh. bagus dong? bagus. biar bundanya tau anaknya sedang butuh asupan nutrisi lebih untuk lawan si virus. nah, jika sudah demam dan ketemu penyebabnya, misalnya virus influenza, virusnya diberantas. demamnya hilang sendiri, InsyaAllah.


Friday, July 25, 2014

packing. hiks!

i have a little announcement, that next month our family will be moving to Surabaya.
my husband was transferred from Soekarno-Hatta to Juanda Airport
feelin' happy and sad at the same time!
i'm happy because we have a lot of family there (my hubby's big fam)
and sad to leave a very good neighbors
and also left the place that we call "home" for the last few years. hiiiks
other than that, i have a little problem, yes, packing.
(packing is NOT an easy job especially with TWO kids around)
but hopefully all will according to plan. Aamiin.

but yesterday, Shofi ask for her favorite oatmeal cookies.
and ended up with 2 small jars of cookies and 1 small cake. lol
life is hard, but it will be lighter if you chew some sweets.
hahaha




a new member of our family, Daniyal.

hi helloo
I finally had a little time to write again on this blog
and i'm back with a happy news! YAY
finally after waiting for (almost) 41 weeks. (yes, you read it right. 41 weeks)
our second son was born on the 6th of July, 3,65kg weight and 51cm long.
i'm very relieved that the second birth is also a natural labor and running smoothly.
Alhamdulillah, Alhamdulillah.
it begins with contractions at 4 am, and he finally born at 7:59 am.
Thank God, a few hours were full of pain finally passed. phew!
i'd like to say thank you for every prayer you sent to us. it really means a lot.
THANK YOU!

and here's some photos that i took a few days after he was born.
people, say hello to Daniyal Arif Al-Ramadhani :)



Saturday, June 14, 2014

birthday birthdaay

i'm back! hihi
hows life there?
two months had passed without any post on this blog.
this baby bump is getting bigger and bigger,
that makes me more difficult to do a lot of activities lately.
we are waiting for delivery date to come.
so it's anytime now!
pretty excited to meet our second baby, yaay!
a little nervous and afraid too, but it must be passed.
so in this post i also want to ask for prayers from all of you who reading this right now.
hopefully the delivery process runs smooth, aamiin :')


by the way, the last two months was a busy months.
busy with design and cake orders, and also busy with my hubby and shofi's birthday.
well, not that busy, i mean i was pleased to do all those things.
for shofi, i made a little hampers for her friends.
it's yellow and pink! why?
i don't know i just feel it's good to use yellow as primary color once in a while.
for hubby, i made a little surprise before he went to the office.
juat a chocolate cake, with a chocolate ganache, plus chocolate pocky (don't ask me why)


Tuesday, April 8, 2014

ohh finally!

HELLO HELLO HELLOO!
it's finally, FINALLY! I had a chance to update my blog.
already a year ago i didn't write or post anything here.
very difficult to find free-time lately. hzzzz.
Shofi been increasingly active and I've always been beside her. all of the time
and also, I'm pregnant (again) and now entering week 26. wohoo!
which means, I have to handle two babies plus one big baby at once.
i know, it would be a verry difficult thing but it sure would be nice.
what? a boy or a girl? umm.. I'll let you know later. *evillaugh*

by the way, many things have happened in the last few months.
we also just got back from Mecca and Medina for Umrah.
it's not easy carrying Shofi who is very active but Alhamdulillah, all went well.

oh well, it's not a blog post without some photos, 'aite? :p
so here are some old pictures that still stored in my camera.
it's actually not our umrah travel photos, but cakes and hampers orders a few weeks/months ago. LOL

feeling sooo good to be back again on this blog. lol
so, i hope you enjoy these few photos :p

hampers ordered by ara,







and also some cakes order:

s,



 





Thursday, November 7, 2013

another late post. oops!

hello again!
this afternoon i had a little free time. shofi is still sleeping.
i ended up editing a few new photos from camera and also found some old pictures in my laptop.
so i decided to post them first. it's better late than never right?














and after seeing these buns photos, I'll try to make it again. i wish. someday.
cooking process tends to make me tired, it needs hours and hours to make a buns.
so i prefer to make dessert lately. all you need is just mix the ingredients, put it into the oven,
frost or glaze and it's done.
another reason, my husband always opened the refrigerator every few hours looking for cakes,
cupcakes, pie or another sweet things. lol

and these are another pictures of cake from last month
cheesecake and a little girl for breakfast :p















thats all for today.
keep smiling because tomorrow is friday, yaay!


Monday, October 14, 2013

an eggless chocolate cake

few days ago i really wanted to make (eat) a chocolate cake
but when I opened the fridge, i ran out of eggs. dang!
so i ended up googling and found an eggless chocolate cake recipe
waittt. a cake without eggs? oh well.
but to satisfy my sweet tooth, i finally tried to make it.
surprisingly it turned out very tasty!
sweetness from the condensed milk is very fitting combined with dark chocolate.
i made mine into 2 pieces of cake with a very small size tins.
i also made butter frosting for the cake and topped it with some (a lot) of sprinkles
so it looked like a "real cake".
here it is!


not bad for an eggless cake isn't it? :))
i'm glad that my hubby liked it too.
and Shofi. yes she looks like the most happiest little girl on earth when she saw the sprinkles.
she didn't even want to wait until i was done taking pictures.

this is the recipe from Chef In You (thanks for this magical recipe)
click this link to see step-by-step photos.
it'll make our life a little easier, right?
yesss. i do love step-by-step photos. lol
and i used this recipe for the frosting. i just made a half of the recipe.


Eggless Chocolate Cake
recipe source: Chef In You

Ingrediens:
2 tablespoons cocoa powder
1 cup plain flour (maida)
1 teaspoon baking powder
1/2 teaspoon soda bi-carbonate
1/2 can (400 grams for full can) condensed milk
1/2 cup melted butter
1 teaspoon vanilla essence

Method:
- sift the cocoa powder, flour, baking powder and soda bi-carbonate.
- combine all the ingredients together with 1/2 cup (100 ml) of water in a bowl and mix well using a whisk.
- pour this mixture into a greased 150 mm. (6") diameter baking tin after greasing it.
- bake in a pre-heated oven at 180°C (360°F) for 20 minutes or till a knife inserted into the cake comes out clean.
- unmould and cool on a wire rack.


anyway, my husband bought me one set of watercolor some time ago and i drew this while waiting for the cake in the oven. so i guess it's okay to put it together in this picture :p


beauties from above









so what are you waiting for?
no one will refuse a piece of chocolate cake without extra calories (please don't count the frosting!)

happy baking! ^^


link within

you may also like